Tata Pernikahan Adat Batak

Pada dasarnya, adat perkawinan batak, mengandung nilai sakral. Dikatakan sakral karena dalam pemahaman perakwainan adat batak, , bermakna pengorbanan bagi parboru (pihak penganten perempuan) karena ia “berkorban” memberikan satu nyawa manusia yang hidup yaitu anak perempuannya kepada orang lain pihak paranak (pihak penganten pria) , yang menjadi besarnya nanti, sehingga pihak pria juga harus menghargainya dengan mengorbankan/ mempersembahkan satu nyawa juga yaitu menyembelih seekor hewan (sapi atau kerbau), yang kemudian menjadi santapan (makanan adat) dalam ulaon unjuk/ adat perkawinan itu.




Sebagai bukti bahwa santapan /makanan adat itu adalah hewan yang utuh, pihak pria harus menyerahkan bagian-bagian tertentu hewan itu (kepala, leher, rusuk melingkar, pangkal paha, bagian bokong dengan ekornya masih melekat, hatu, jantung dll) . Bagian-bagian tersebut disebut tudu-tudu sipanganon (tanda makanan adat) yang menjadi jambar yang nanti dibagi-bagikan kepada para pihak yang berhak, sebagai tanda penghormatan atau legitimasi sesuai fungsi-fungsi (tatanan adat) keberadaan/kehadira n mereka didalam acara adat tersebut, yang disebut parjuhut.

Sebelum misi/zending datang dan orang batak masih menganut agama tradisi perkawinan batak lama, lembu atau kerbau yang dipotong ini ( waktu itu belum ada pinahan lobu) tidak sembarang harus yang rerbaik dan dipilih oleh datu. Barangkali ini menggambarkan hewan yang dipersembahkan itu adalah hewan pilihan sebagai tanda/simbol penghargaan atas pengorbanan pihak perempuan tersebut. Cara memotongnya juga tidak sembarangan, harus sekali potong/sekali sayat leher sapi/kerbau dan disakasikan parboru (biasanya borunya) jika pemotongan dilakukan ditempat paranak (ditaruhon jual).

Kalau pemotongan ditempat parboru (dialap jual) , paranak sendiri yang menggiring lembu/kerbau itu hidup-hidup ketempat parboru. Daging hewan inilah yang menjadi makanan pokok “ parjuhut” dalam acara adat perkawinan (unjuk itu). Baik acara adat diadakan di tempat paranak atau parboru, makanan/juhut itu tetap paranak yang membawa /mempersembahkan
Tata Pernikahan Adat Batak 4.5 5 Adie Konoe Poetra Dyanaz Jumat, 04 Juni 2010 Pada dasarnya, adat perkawinan batak, mengandung nilai sakral. Dikatakan sakral karena dalam pemahaman perakwainan adat batak, , bermakna pe...


Hari : Jumat, 04 Juni 2010,

If you enjoyed this article, sign up for free updates.

author picture

About Author

I'am Adie Konoe Poetra Dyanaz, a part-time blogger and template designer from Indonesia who is the founder And Author of Rajagukguk Blog. I love create Blogger Themes, write about blog design, And Blogspot tweaks. You can subscribe me on G+ @ Adie Konoe Poetra Dyanaz .

2 komentar...add one:

Note :
Live links in comments will be deleted automatically.
You can use the code below for commenting :
<i rel="code">your_code_here</i>
<i rel="pre">your_long_code_here</i>
<i rel="image">image_url_here</i>
<b>your_text_here</b>
<i>your_text_here</i>

Unknown mengatakan...

gambarnya dong :)

Adie Konoe Poetra Dyanaz mengatakan...

@Unknown : iya dek.... :0